TOUR LEADER UMRAH PT. ARMINAREKA PERDANA

Mendampingi Jamaah Dari Keberangkatan Umrah hingga Kepulangan dan bertanggung jawab terhadap Jadwal Pelaksanaan dan Kelancaran Ibadah Umrah

Perawat Critical Care RSUD DR Soetomo Surabaya dan Distributor Buku Ventilator

Keseharian saya adalah bekerja sebagai PNS Perawat yang ditempatkan di Ruang Observasi Intensif dan PJ Penanggulangan Infeksi

CEO ENTERPRENURSE ORGANISER

Event Organizer Pelatihan Pemberdayaan Diri, Psychotherapist, Healing dan Team Building Outbond Specialist

OWNER RAJA FINGGERPRINT ANALYSIS SURABAYA

MELIHAT POTENSI LEBIH PASTI MELALUI RAHASIA SIDIK JARI. KARENA SIDIK JARI MEMILIKI STRUKTUR YG MENJADI IDENTITAS MULTI INFORMASI TERMASUK RUMUS PERSONALITY DAN POTENSI YANG TERSIMPAN DIDALAMNYA.

Distributor Buku VENTILATOR By KRISNA SUNDANA

SIAP PENGIRIMAN SELURUH INDONESIA

Tampilkan postingan dengan label Keperawatan Proffesional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keperawatan Proffesional. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Juni 2016

PERAWAT ITU HEBAT

Tulisan ini saya buat karena sudah lama saya tidak menulis sebuah artikel mengenai hasil praktek psikotherapy/hypnotherapy saya. bukan berati saya tidak punya klien lo...hehehehe.. sebenarnya dalam hati saya ingin segera berbagi informasi dan ilmu atas apa yg saya bisa lakukan selama ini dan juga selalu diinformasikan sesegera mungkin. 
Semua ini saya Dedikasikan kepada Dosen Keperawatan di Program Studi Keperawatan Soetomo Surabaya Khususnya kepada ibu dosen saya Ns. Endah Suprihatin,S.Kep.,Sp.Mat ( Alhamdullilah Sekarang Sudah KaProdi, mohon maaf jika ada kesalahan penulisan gelar ) dimana ketika saya masih menjadi mahasiswa, beliau menyampaikan mata kuliah Keperawatan dimana materi itulah yang memantapkan saya selama ini menjadi seorang perawat, kunci dari segala bentuk pelayanan dan pembentukan integritas saya selama ini. materi apakah itu ? ya, Definisi keperawatan " Keperawatan adalah bagian integral dari pelayanan kesehatan dst......didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan ditujukan kepada individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat baik sehat maupun sakit yang mencakup seluruh proses kehidupan manusia. maaf saya tebali, supaya saya selalu ingat. 
Proses Kehidupan Manusia dalam hal ini adalah Holistic ( BIO-PSIKO-SOSIO-SPIRITUAL ). Dalam Perjalanannya ternyata saya jadi galau,hehehe. pertanyaan terbesar dikala itu,bagaimana caranya memberikan pelayanan secara holistic sedangkan saya secara pribadi belum banyak asam garam dalam hal proses kehidupan manusia. Jawaban yg saya dapat kala itu adalah JALANI SELURUH PROSES KEHIDUPAN MANUSIA DENGAN MENGALAMINYA SENDIRI..Derrr,..dan Betul sekali. Tanpa Sadar, Allah sebenarnya sudah menunjukkannya dalam keseharian saya namun waktu itu saya belum tersadar,..
dan Juga Guru Besar Yufi Mustofa,MCH selaku Owner dan Founder Sania Healing Institute Center (SHIC) yang mengobati kegalauan saya terhadap ilmu psikologi. beliau meracik sebuah tools yg sangat bermanfaat dan sangat hebat dalam proses penyembuhan klien terutama dalam hal psikologisnya. saya sadar dikala itu bahwa lebih dari 90% penyakit berasal dari pikiran. dan juga 90% lebih yang menentukan kesembuhan klien adalah dari pikirannya sendiri. tidak hanya itu, belajar hypnotherapy bersama beliau juga mengingatkan saya akan fitrahnya sebagai manusia, manusia itu hebat, manusia itu luar biasa, mengapa Allah menciptakan manusia sebagai mahluk yang sempurna ? telah disebutkan dalam Alquran bahwa :
“Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan dilautan, Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan”. (QS. Al Isra’ : 70) .
OK, Yuk Mari kita Simak Kasus Dibawah ini : berikut adalah percakapan BBM saya dengan Klien Saya. Singkat Cerita " Dia mendapat Bisikan Untuk Membunuh Anaknya " 
 Pertanyaannya sekarang : 
1. Bagaimana Jika BBM ini tidak Anda Respon ?
2. Bagaimana jika....jika...jika...dst ?

Tentunya yang paling mengena dihati adalah, seberapa besar dosa kita, ketika kita memiliki kemampuan menolong namun tidak bisa memberikan pertolongan.ada satu BARIS DOA yang sering kami Bacakan setiap hari ditempat kerja saya " YA ALLAH, BUKAN TIDAK MUNGKIN APA YANG KAMI LAKUKAN BISA MENIMBULKAN KECACATAN BAHKAN KEMATIAN. KARENA ITU YA ALLAH TUNJUKKANLAH KEPADA KAMI BAHWA YANG BENAR ADALAH BENAR DAN YANG SALAH ADALAH SALAH ".dalam hal ini kita harus memandang lebih luas. benar jika kita berusaha menolong ( dengan cara yang benar ) dan salah jika kita mengabaikannya. Yang jelas saya BUKAN SEORANG USTADZ ATAUPUN SEORANG PSIKIATER. Namun saya adalah Perawat, yang patut dan layak memberikan pelayanan secara holistik ( biologis-psikologis-sosial dan spiritual ) dan Alhamdullilah Allah memberikan sedikit kemampuan berkomunikasi kepada saya sehingga saya masih diberikan kesempatan untuk menolong dan berbagi kepada sesama.

TO BE CONTINUED....
PERAWAT HARUS HEBAT, BERMARTABAT dan BERMANFAAT

Sabtu, 17 Oktober 2015

PENCEGAHAN DEKUBITUS





A. DAERAH TEKANAN KETIKA DALAM POSISI DUDUK























B.  DAERAH TEKANAN KETIKA DALAM POSISI BERBARING MIRING







C. DAERAH TEKANAN KETIKA DALAM POSISI  TENGKURAP











D. DAERAH TEKANAN KETIKA DALAM POSISI TERLENTANG






Dekubitus
JIka suatu ketika terdapat gangguan pada kemampuan untuk melakukan gerakan ini, maka kemungkinan over-kompresi dengan akibat kerusakan jaringan akan terjadi.

Keadaan berikut yang dapat berakibat pada penurunan pergerakan :
  • Anestesi
  • Apati
  • Perubahan Kesadaran
  • kerapuhan fisik
  • nyeri ketika bergerak
  • paralisis
  • tidak sadar

TEHNIK BERKOMUNIKASI DENGAN KLIEN ( PASIEN )

Dalam melakukan proses keperawatan, perawat perlu memiliki kemampuan berkomunikasi yang efektif dan bertujuan. Perawat perlu memahami mengenai komunikasi terpeutik. Komunikasi terapeutik adalah suatu interaksi interpersonal antara perawat dan klien yang selama interaksi berlangsung perawat berfokus pada kebutuhan klien untuk peningkatan pertukaran informasi yang efektif antara perawat dan klien (Sheila L Videbeck, 2008) 

Dalam melakukan komunikasi terapeutik perawat sebelumnya perlu memahami tentang analisa diri. Analisa diri pada perawat adalah proses stimulasi untuk menentukan keberhasilan setiap tindakan yang dilakukan oleh perawat. Analisa diri dilakukan oleh perawat yang sehari-harinya berhubungan langsung dengan klien. Dalam masalah ini ketidakmampuan dalam berkomunikasi dengan efektif mempengaruhi kemampuan klien untuk mengekspresikan kebutruhan atau bereaksi dengan lingkungan. Analisa diri terbagi 6 aspek diantaranya kesadaran diri, klarifikasi nilai, ekplorasi keadaan, role model, altruisme( efektif dalam membantu), etik dan tanggung jawab (Mustikasari, 2009). Suatu alat yang bermanfaat dalam mempelajari lebih banyak tentang diri sendiri ialah jendela Johari (Luft, 1970. Dikutip dari Sheilla L Vedebeck, 2008). 

Empat area yang di evaluasi adalah :
  1. Kuadaran I : Pribadi yang umum, terbuka : Individu mengetahui kualitas dirinya sendiri dan orang lain juga mengetahuinya. 
  2. Kuadran II : Pribadi yang buta/tidak sadar : Kualitas hanya diketahui oleh orang lain. 
  3. Kuadaran III : Pribadi yang tersembunyi/tersendiri : Kualitas hanya diketahui oleh diri sendiri
  4. Kuadran IV : Tidak diketahui: Kuadran kosong yang menunjukkan kualitas yang sampai saat ini tidak diketahui oleh diri sendiri dan orang lain.
Teknik dalam berkomunikasi terapeutik meliputi :
  1. Mendengarkan secara aktif. Memusatkan perhatian secara verbal dan nonverbal yang disampaikan klien. Menggunakan rasio 2;1 (2 telinga:1 mulut). Menurut Crouch 2002 dalam 143 Potter&Perry 2009.Mendengarkan secara aktif menggunakan akronim SOLER (Sitting facing the client, Observe and open posture, Learn toward the client, Establish and maintain intermitten, eye contact, Rilex)
  2. Berbagi hasil observasi dengan klien. Berbagi hasil observasi berbeda dengan asumsi. Saat berbagi observasi, perawat menggunakan bahasa yang lebih halus dan tidak menyinggung perasaan klien. Contoh. Ketika klien tampak tidak rapih, perawat tidak langsung menyimpulkan bahwa dia malas menjalani harinya, perawat menggunakan kata –kata yang lebih halus seperti “anda tampak lelah”, “Anda tampak berbeda hari ini”, atau “saya lihat anda belum makan apapun hari ini, apa yang anda rasakan” 
  3. Berbagi emphatik. Kemampuan untuk memahami dan menerima realita seseorang,merasakan perasaan dengan tepat. Contoh. Perawat berkata pada klien yang marah dan menderita gangguan mobilisasi ringan pasca stroke “pasti sulit rasanya mengetahui apa yang anda inginkan tetapi tidak dapat melakukannya” 
  4. Berbagi harapan. Contoh. Perawat berkata kepada klien yang murung tentang prognosisnya yang buruk “saya yakin anda akan menemukan jalan untuk menghdapi situasi ini, karena saya melihat keberanian dan kreativitas anda sebelumnya”. 
  5. Berbagi perasaan. Perawat membantu klien mengekspresikan emosi dengan melakukan opservasi, mengetahui perasaan, mendorong komunikasi, mengijinkan pengekspresian perasaan “negatif”, dan member contoh ekspresi emosional diri yang sehat Contoh. Perawat bertanya pada pasien yang sedang murung 
  6. Berbagi menggunakan sentuhan. Sentuhan menyampaikan pesan seperti perhatian, dukungan, dorongan,kelembutan, dan perhatian pribadi Contoh. Sentuhan kenyamanan misalnya memang bahu klien. 
  7. Diam. Sikap diam berguna saat individu berhadapan dengan keputusan yang membutuhkan banyak pertimbangan. Contoh. Keheningan akan membantu klien mencapai keyakinan yang dibutuhkan untuk berbagi keputusan dalam menolak suatu tindakan medis. 
  8. Mengklarifikasikan Tujuannya untuk memastikan telah terbentuknya pemahaman klien. contoh. “saya kurang mengerti maksud ‘lebih sakit dari biasanya’ apa yang terasa berbeda bagi anda?” 
  9. Fokus diperlukan untuk memfokuskan perhatian dari unsur penting suatu pesan. Perawat menggunakan tehnik pemfokusan untuk membimbing arah percakapan kebidang yang penting, misalnya “kita telah membahas banyak tentang obat anda, tetapi mari kita lihat masalah yang anda hadapi untuk mengkonsumsinya tepat waktu”. 
  10. Para frase .Menyatakan kembali suatu pesan dengan lebih singkat dan menggunakan kata-kata si penerima. Jika makna suatu pesan menjadi menyimpang setelah dilakukan paraphrase, maka komunikasi akan menjadi tidak efektif. Contoh. Seorang klien berkata, saya telah mengalami kelebihan berat badan sejak lama dan tidak pernah ada masalah. Saya tidak paham kenapa saya harus menjalani diet. Parafrase kalimat ini kedalam bentuk, “anda tidak perduli terhadap berat badan anda” merupakan cara yang salah. Akan lebih baik anda berkata, “Anda kurang yakin untuk menjalani diet karena anda selama ini tetap sehat”. 
  11. Mengajukan pertanyaan yang relevan. Pertanyaan terbuka akan memberikan kesempatan bagi klien untuk memimpin percakapan dan memberikan informasi penting tentang suatu topik. Contoh. “ Apa masalah terbesar anda saat ini?”. Pertanyaan dengan focus digunakan jika dibutuhkan informasi spesifik pada bidang tertentu misalnya “Bagaimana pengaruh rasa nyeri tersebut pada kehidupan anda dirumah? ”. Pertanyaan tertutup menghasilkan respon Ya, tidak, atau jawaban satu kata. Contoh. “Berapa kali dalam sehari anda menggunakan obat anti nyeri?”, berikan kesempatan untuk menjawab pertanyaan terbuka secara lengkap sebelum memberikan pertanyaan lain. Pertanyaan tertutup berguna pada saat pengkajian, tetapi kurang bermanfaat selama interaksi terapeutik. 
  12. Menyimpulkan. Memberikan kepuasan pada akhir percakapan dan sangat berguna pada fase terminasi dari hubungan perawat dan klien. Menyimpulkan adalah tinjauan singkat dari aspek penting suatu interaksi. Contoh: pada seorang perawat manejer yang bekerja dengan tenaga kerja yang tidak puas. “Anda telah memberitahu alasan anda tidak mnyukai pekerjaan ini. Kami telah menemukan beberapa cara untuk memperbaiki situasi dan anda telah setuju untuk mencobanya. Tolong beritahu saya jika cara tersebut berguna bagi anda.” 
  13. Membuka diri. Teknik membuka diri merupakan pengalaman pribadi yang nyata tentang diri sendiri yang diberikan secara sengaja kepada pihak lain. Ini menunjukkan bahwa perawat memahami pengalaman klien dan memperlihatkan bahwa pengalaman klien tidak hanya dialami sendiri. Contoh: hal yang menyedihkan itu juga pernah saya alami. Saya bertemu dengan pusat konseling dan hal itu sangat membantu. Bagaimana pendapat anda tentang menemui pihak konseling?”. 
  14. Konfrontasi .Tehnik ini meningkatkan kesadaran diri klien dan membantu klien mengenali pertumbuhan dan mengatasi masalah penting. Contoh: “Anda bilang Anda telah memutuskan tindakan yang akan diambil, tetapi Anda masih berbicara banyak tentang pilihan Anda?”.
Keadaan yang menghalangi proses komunikasi:
  • Afasia
  • Kebutaan
  • Perubahan Kesadaran  
  • Palatoskiziz
  • Tuli
  • Bisu
  •  Disfasia
  • Dispnea
  • Bahasa Asing
  • Kesulitan Mendengar
  • Laringektomi
  • Gangguan Kejiwaan
  • Cerebral Palsy  

Jumat, 16 Oktober 2015

PERAWAT HYPNOTHERAPIST

" PERAWAT LAYAK MENJADI HYPNOTHERAPIST "

Mengapa Hal ini saya sampaikan, ingatlah kembali apakah Profesi Keperawatan itu.

Keperawatan merupakan suatu bentuk layanan kesehatan professional yang merupakan bagian integral dari layanan kesehatan berbasis ilmu dan kiat keperawatan, yang berbentuk bio-psiko-sosio-spiritual yang komprehensif dan ditujukan bagi individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat baik sehat maupun sakit, yang mencakup keseluruhan proses kehidupan manusia (Lokakarya keperawatan nasional, 1983)


Perhatikan kembali bentuk pelayanan yang kita berikan..dari keempat aspek tersebut apakah kita sudah melaksanakan dengan baik ? apakah benar2 kita lakukan semua? atau hanya aspek biologisnya saja..? Tanyakan kepada diri anda sendiri...menjadi seorang perawat merupakan profesi yang sangat mulia..namun tidak mudah menjadi seorang perawat yang proffesional. review kembali bahwa tugas kita adalah menjadi " Care Giver " yakni memberikan Asuhan Keperawatan, yang kedua adalah sebagai " Konselor " yakni menerima konsultasi dan memberikan solusi keperawatan, yang ketiga " Koordinator " yang selalu berkoordinasi dengan sejawat lain dan profesi kesehatan lainnya dalam memberikan Asuhan keperawatan yang holistik. yang keempat Sebagai " Advocat " menjadi pembela pasien terhadap hak dan kewajibannya, kebutuhan informasi, pelayanan dan tindakan yang akan diberikan kepada pasien. yang kelima sebagai " Educator " menjadi pendidik dan mendidik pasien serta keluarga. kemudian " Kolaborator " melakukan Kolaborasi kepada Sejawat Dokter, Ahli Gizi, Dan Tenaga Kesehatan Lainnya untuk memberikan Pelayanan yang optimal. kemudia yang terakhir menjadi " Researcher " atau peneliti. melakukan kajian-kajian keperawatan, meneliti masalah-masalah yang muncul kepada pasien sehingga mampu merumuskan asuhan keperawatan yang tepat kepada pasien dan membuat penelitian atau terobosan - terobosan baru dalam dunia Keperawatan. 

" Apakah Anda Setuju bahwa tugas perawat sangatlah berat ? Ya ...?

      Memilih profesi untuk menjadi perawat di indonesia saat ini memang tidaklah mudah, selain berhubungan dengan kesejahteraan, Ketersediaan lapangan pekerjaan yang sempit dan tidak diimbangi oleh jumlah lulusan, Adanya RUU Keperawatan Semakin Menuntut Kita Untuk Bekerja Lebih Proffesional. Agar Akuntabilitas dan Kredibilitas Keperawatan tidak dipandang sebelah mata oleh sejawat lain. Yakinkan Bahwa Klien, Pasien dan Sejawat benar benar membutuhkan kita demi Kebaikan dan Kesembuhan Pasien.

      Dalam tulisan ini saya mengajak sejawat keperawatan yang saya muliakan untuk bisa benar-benar full kepada pasien, dirasa berat pastilah berat. apalagi jumlah pasien yang kita tanggani jumlahnya tidak seimbang dengan jumlah tenaganya..ingat kembali apakah selama ini kita hanya mengeluh saja terhadap profesi yang kita jalani ini? seberat beratnya tugas yang kita emban asalkan sudah diniatkan dalam hati untuk melaksanakannnya dan IKHLAS pastilah tidak terasa berat. mari kita lebih menyadari akan fungsi dan peran perawat dalam memberikan asuhan keperawatan, MARI KITA MULAI MERAWAT DENGAN HATI, MARI KITA LAKUKAN PERAWATAN YANG HOLISTIK, Langkah pertama yang kita lakukan adalah " MERAWAT BIOLOGIS DAN PSIKOLOGIS PASIEN. mengapa ? Pasti teman teman semua menyadarinya namun tidak berespon cukup baik,,Ingatlah " Bahwa ketika Tubuh / Fisik sakit, maka akan berpengaruh kepada kondisi Psikologisnya, begitu juga jika psikologis pasien terganggu tentu saja tubuh akan merespon hal yang sama. keduanya selalu terkoneksi ". mari kita sadari bahwa tentu saja akan berpengaruh terhadap proses penyembuhan hingga biaya perawatan jika pasien tidak kunjung sembuh. Satu Upaya kita sungguh sangat berati bagi pasien.

Perawat Sudah Dibekali Ilmu yang mumpuni terlebih lagi kita mengetahui yang Namanya " Komunikasi Teraupetik " mari kita gunakan setiap hari kepada pasien, lihatlah respon yang kita dapat jika kita semakin dekat dengan pasien. Bentuk Bayaran yang tidak ternilai dari pasien adalah Senyuman Tulus dan Perubahan Perilaku Kesehatan " 2 hal tersebut sungguh tidak ternilai dari Uang Sebesar Apapun. kita bisa membayar orang untuk tersenyum namun untuk Tulus pasti susah sekali. 

Untuk Bisa berkomunikasi teraupetik memang perlu sebuah pembelajaran dan tidak mudah, dan butuh pengalaman yang penting kita harus berusaha, berlatih dan berlatih. Candaan Ringan, Slight of Mouth Juga diperlukan. 

Kali Ini saya akan memberikan informasi tentang ilmu komplementer yang bisa kita pelajari untuk memberikan pelayanan yang holisitk kepada pasien agar supaya kondisi fisik dan psikologis pasien seimbang dan menuju arah yang sehat. dan saya yakin akan mempercepat penyembuhan pasien. kita patut syukuri karena perawat selalu 24 jam kepada pasien. Ilmu Komplementer Tersebut dinamakan  " Hypnotherapy "


Hypnotherapy adalah metoda untuk mengedukasi pikiran bawah sadar kita. Jika selama ini hati dan pikiran anda tidak sinkron , selalu bertentangan, maka yang menang pasti adalah hati. Hati adalah emosi, emosi letaknya di level pikiran bawah sadar. Jika anda berkata sudah memaafkan seseorang tapi setiap kali ketemu masih kesel, anda baru memaafkan di level pikiran sadar dan di hatinya itu belum , istilahnya belum tulus. Kita bisa tulus ketika kita sudah memaafkannya di level pikiran bawah sadar. Hipnoterapi membantu kita masuk ke level pikiran bawah sadar dan ketika kita di level pikiran bawah sadar kita bisa melepaskan emosi yang selama ini “terperangkap” di bawah sadar yang membuat kita bermasalah/mengalami emosi negatif (marah berlebihan, takut atau cemas berlebihan, tidak pede, susah tidur dll). Kita juga bisa memberikan sugesti positif dan pandangan/pola pikir baru yang lebih mendukung kita mencapai apa yang kita mau di level pikiran bawah sadar. Ketika level pikiran bawah sadar kita bisa melepaskan semua beban di masa lau kita dan melepaskan pola pikir yang tidak mendukung kita mencapai apa yang kita inginkan, maka pikiran bawah sadar kita menjadi sinkron dengan level pikiran sadar kita yang akan membuat kita merasa lebih nyaman, tenang , dan mudah mencapai apa yang kita inginkan.

Masalah yang dapat dibantu dengan hypnotherapy sangat banyak antara lain :
  • tidak percaya diri
  • susah sosialisasi
  • susah tidur
  • takut berlebihan
  • cemas berlebihan
  • serangan panik
  • depresi
  • phobia
  • trauma
  • luka batin/sakit hati
  • menyesal yang dalam
  • psikosomatis
  • vaginismus
  • tinnitus
  • berhenti merokok
  • dll yang berhubungan dengan emosi dan pikiran
Bagaimana Aplikasinya dalam Dunia Keperawatan..?
1. Aplikasi Pain Management
    Mengurangi Rasa Nyeri Pada Pasien Post Operasi, Pemasangan Infus, Perawatan Luka dsb
2. Relaxaxi Pada pasien yg terganggu Kebutuhan Tidurnya
3. Stress Pasca Amputasi, Phobia Jarum Suntik dsb.

Jadi ketika kita menemui permasalahan yang berkaitan dengan pikiran dan emosi tentu perawat sebagai orang terdekat pasien perlu dan wajib untuk menolong....


" BE PROFESSIONAL NURSES"

JIKA SUATU KETIKA ANDA MENYADARI DAN MEMAHAMI PENTINGNYA MEMBERIKAN ASUHAN KEPERAWATAN SECARA HOLISTIK ( BIOLOGIS, PSIKOLOGIS, SOSIAL DAN SPIRITUALNYA )

MAKA BELAJARLAH MENJADI PERAWAT YG PROFESSIONAL

Perawat Klinik or Clinical Nurse

Pelayanan Keperawatan Merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan yang memberikan pelayanan yang komphrehensif meliputi Pelayanan Biopsikososiospiritual yang ditujukan kepada klien sehat maupun sakit yang mempunyai daya ungkit yang besar dalam mencapai tujuan pembangunan di bidang kesehatan. Keperawatan sebagai profesi dan perawat sebagai tenaga profesional bertanggung jawab untuk memberikan pelayanan keperawatan sesuai kompetensi dan kewenangan yang dimiliki secara mandiri maupun bekerjasama dengan anggota tim kesehatan lain untuk kualitas pelayanan keperawatan yang bermutu. 

Pelayanan yang bermutu memerlukan tenaga profesional yang didukung oleh : 
#Faktor internal :
  1. Motivasi mengembangkan karier profesional 
  2. Tujuan pribadi
#Faktor Eksternal
  1. Kebijakan Organisasi
  2. Kepemimpinan
  3. Struktur Organisasi
  4. Sistem Penugasan
  5. Sistem Pembinaan

Pada dasarnya peran utama perawat adalah sebagai :
1. Perawat Pelaksana
2. Perawat Pendidik
3. Perawat Manager
4. Perawat Peneliti ( Riset )

Pada saat ini, sistem pengembangan jenjang karier keperawatan masih belum sepenuhnya terlaksana berbasis kepada kompetensi namun sudah dikembangkan untuk Pegawai Negeri Sipil ( PNS ) walaupun masih dalam konteks sebuah sistem penghargaan bagi perawat. yang melalui jabatan fungsional perawat yang ditetapkan berdasarkan SK Menpan No. 94/KEP/M.PAN/11/2001 tenJabatan Fungsional Perawat dan Angka Kreditnya. disamping itu. beberapa rumah sakit swasta/khusus sudah mengembangkan jenjang karier sesuai dengan kebutuhannya masing - masing meskipun belum mengarah pada pengembangan Jenjang Karier Professional ( Professional Career Leader ) karena masih belum adanya Acuan Nasional mengenai pengembangan karir profesional bagi perawat. 

Pengembangan Jenjang Karier Profesional yang sudah dikembangkan oleh berbagai sarana kesehatan masih kurang memperhatikan tuntutan dan kebutuhan profesi, serta belum dikaitkan dengan kompensasi atau sistem penghargaan.
Dengan adanya sistem jenjang karier profesional perawat yang diterapkan di setiap sarana kesehatan diharapkan mampu meningkatkan kinerja perawat, dan tentu saja akan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.

Pengembangan Jenjang Karier pada saat ini lebih menekankan pada posisi atau jabatan struktural dan fungsional saja. sedangkan jenjang karier profesional berfokus pada pengembangan jenjang karier yang bersifat individual.

Sabtu, 11 Mei 2013

Terapi Cairan Infus

MANAGEMEN KEPERAWATAN PADA BAYI YANG MENGGUNAKAN VENTILATOR

MANAGEMEN KEPERAWATAN PADA BAYI YANG MENGGUNAKAN VENTILATOR 
by
Bambang Priyono


ABSTRAK.
Kalau ditinjau dari dependensinya maka pasien di ruang intensif  tergolong high dependent yang sangat bergantung pada penanganan perawat dan tim intensive care lainnya.  Perawat harus memantau secara terus menerus 24 jam (secara bergiliran). Bila terjadi kondisi kritis maka perawat akan mengambil langkah awal sesuai prosedur serta segera melaporkan pada dokter intensivist yang bertugas untuk mengembalikan stabilitas kondisi pasien agar terjamin kesembuhannya.

Salah satu permasalahan pada pasien di intensif care adalah pasien yang menggunakan alat bantu nafas mekanik. Pasien bayi yang mengunakan alat bantu nafas memiliki kekhususan tersendiri baik karena perbedaan anatomi, fisiologi, maupun dalam cara pendekatan psikologi.  Secara umum yang perlu diperhatikan dapat dikelompokkan menjadi 3 hal yakni;  Kondisi fisiologi pasien, interaksi pasien dengan ventilator dan kondisi ventilatornya sendiri. Kalau, pasien bayi dengan ventilator yang semula saturasi perifernya baik, secara tiba tiba saturasi perifernya menurun dan nafasnya menjadi makin sesak, seringkali membuat kita panik dan bingung harus berbuat apa.

         
PENDAHULUAN.
Salah satu ciri khas pasien yang dirawat di ruang  intensif adalah kondisinya yang tidak stabil terutama dari segi jalan nafas, pernafasan dan hemodinamika maupun mikrosirkulasinya.  Di samping itu, unit pelayanan ICU mempunyai ciri biaya tinggi, teknologi tinggi, multi disiplin dan multiprofesi berdasarkan azas efektivitas, keselamatan dan ekonomis. (1)  Evolusi ICU yang berawal tahun 1950-an  saat terjadi wabah Poliomyelitis di Scandinavia di mana terjadi banyak kematian karena kelumpuhan otot otot pernafasan. Dokter dokter anestesia pada waktu itu melakukan intubasi dan memberikan bantuan nafas sebagaimana dilakukan selama anestesi.  Pada perkembangannya ; ……..Saat ini pelayanan ICU tidak terbatas hanya pada pasien pasca bedah tetapi meliputi berbagai jenis pasien dewasa, anak, yang mengalami lebih dari satu disfungsi/ gagal organ. Kelompok pasien ini dapat berasal dari unit gawat darurat, kamar operasi, ruang perawatan, ataupun kiriman rumah sakit lain. ( Iqbal Mustafa, Pengantar. Standar Pelayanan ICU. DitJen YanMed DepKes RI 2003)
Perawat adalah bagian tak terpisahkan dalam penanganan pasien di rumah sakit. Terlebih lagi dalam menangani pasien di ICU.  Kemampuan seorang perawat untuk merawat pasien dengan ventilator di ICU menjadi penting untuk mendukung kerjasama Tim di ICU.  Pada pasien bayi yang nafasnya ditopang dengan ventilator perlu mendapat perawatan yang seksama. Pasien bayi yang mengunakan alat bantu nafas memiliki kekhususan tersendiri baik karena perbedaan anatomi, fisiologi, maupun dalam cara pendekatan psikologi. Pemantauan bukan hanya pada ventilatornya saja, namun keseluruhan dari pasien.  Secara umum yang perlu diperhatikan dapat dikelompokkan menjadi 3 hal yakni;  Kondisi pasien, interaksi pasien dengan ventilator dan kondisi ventilatornya sendiri.

KONDISI PASIEN
Memperhatikan apakah jalan nafas (dalam hal ini endotrakheal tube/ETT) masih pada posisinya merupakan urutan nomer satu dalam  merawat pasien. Terjadinya “one lung ventilation” karena endotrakheal tube yang terlalu “dalam” senantiasa dimonitor. Panjang endotrakheal  pada bayi dengan ventilator diberi tanda secara seksama mengingat trakheanya yang realtif pendek sehingga peluang dislokasi menjadi besar.   Tabel 1: Perkiraan panjang ETT .(2)
AGE
Approximation Distance of Insertion (cm)
even with Alveolar Ridge
Preterm< 1 kg
6
Preterm< 2 kg
7 – 9
Term Newborn
10
1 year
11
2 years
12
6 years
15
10 years
17
Di samping masalah dislokasi, peluang terjadinya sumbatan ETT baik karena terlipat atau tersumbat sputum atau benda lain di dalamnya. Suctioning dilakukan manakala ada sekret/ dahak yang menghambat jalan nafas. Menjaga kebersihan mulut (oral hygiene) tetap dilakukan dengan tetap menjaga posisi ETT.
Tabel 2 : Pemilihan ukuran kateter suction.(3)
ETT (ID)
Suction Cath (Fr)
2.5
5 , 6
3
5 , 6 – 8
3.5
8 – 10
4
8 - 10

Melakukan suctioning harus secara lembut namun cepat ( 5 detik). Beberapa bahaya dapat menyertai prosedur suctioning.
Tabel 3 : Bahaya bahaya suctioning. (3)
Bahaya bahaya suctioning
1. Bradycardia
      a. vagal response
      b. hypoxemia-induced
2. Hypoxemia
3. Mucosal damage
4. Atelectasis
5. Airway Contamination
6. Accidental extubation

Memasang saturasi perifer diatur sedemikian rupa sehingga light source melewati arterial dan berhadapan dengan photodetector. Beberapa hal yang dapat mempengaruhi ketepatan pengukuran saturasi perifer antara lain ; kadar hemoglobin, aliran darah arterial pada pembuluh darah, suhu di mana sensor diletakkan, oksigenasi dari pasien, persentase gas yang diinspirasi, cahaya sekitar sensor, serta venous return disekitar probe.(4) Hendaknya pemantauan atas pernafasan bukan hanya pemantauan atas saturasi perifer saja. Memperhatikan pola pernafasan pasien dapat di mulai dengan menghitung frekuensi nafas bukan dari monitor namun dari gerakan dada bayi. Simetrisitas gerakan dada bayi dapat dipantau dengan melihat, mengetuk ngetuk (perkusi) ataupun dengan auskultasi pakai stateskop.  Adanya ronkhi, wheezing atau suara nafas tambahan lainnya jangan  terlewatkan dari pemantauan. Boleh jadi dari laporan perawat maka dokter menindaklanjuti dengan pemeriksaan rontgen.
Secara klinis pemeriksaan hemodinamika dengan memperhatikan Perfusi, pengisian kapiler, nadi dan tekanan darah jangan ditinggalkan. Pada anak anak, penilaian perfusi, pengisian kapiler dan nadi merupakan indikator yang lebih “reliable” pada kondisi hipovolemik dibanding pengukuran tekanan darah.  Hal tersebut karena perubahannya lebih dini pada anak yang mengalami shock, sedangkan penurunan tekanan darahnya akan menurun belakangan.
Produksi urine menjadi fokus perhatian sebagai bagian dalam perhitungan keseimbangan cairan.  Jumlah cairan keluar dalam bentuk urine cairan lambung ataupun drain dan lain lain dicatat dari waktu ke waktu. Periode waktu ini bergantung pada kondisi pasien. Boleh jadi tiap jam harus diukur karena produksi urine yang cenderung kurang jumlahnya. Secara umum bayi dengan ventilator diatur cairannya agar tidak kelebihan, kecuali pada kasus tertentu yang sedang direhidrasi.
Pipa lambung rutin dipasang pada bayi dengan bantuan nafas ventilator. Pipa lambung ini memberikan kemamnfaatan untuk dekompresi lambung agar lambung tidak kembung.  Lambung yang kembung dapat mengganggu pergerakan diafragma yang pada gilirannya akan mengganggu pernafasan bayi. Pada penanganan jangka selanjutnya di mana peristaltik dalam batas normal maka pemberian feeding dapat melalui pipa lambung ini. Dalam memberikan Feeding melalui pipa lambung ini dipantau secara seksama kemampuan serap dari lambung dan saluran cerna agar tidak berisiko aspirasi.
Memantau temperatur bayi dengan bantuan nafas ventilator bukanlah sekadar rutin. Peningkatan suhu tubuh akan mengubah pola nafas. Pengamatan lebih jauh tentu harus dilakukan atas peningkatan suhu tersebut, boleh jadi karena cairan yang kurang, infus atau IV line sudah mulai phlebitis karena waktunya untuk diganti baru atau mungkin memang ada infeksi baru.
Pada posisi tidur terlentang diupayakan anti-trendelenberg 20 – 30 derajat, kepala lebih tinggi. Hal tersebut menghindarkan risiko regurgitasi aspirasi. Memiringkan ke kanan dan ke kiri paling tidak tiap 2 jam untuk mengurangi risiko decubitus

INTERAKSI PASIEN DENGAN VENTILATOR
Ada 4 konsep ventilasi yang mengemuka yang diyakini secara bermakna mempengaruhi angka kematian,  kesakitan dan “kenyamanan” pasien. (5). Yang pertama Aliran udara inspirasi (The Inspiratory gas flow). Kedua optimalisasi interaksi pasien-ventilator yang merupakan hal esential untuk kenyamanan pasien dan untuk mengurangi lamanya ventilasi. Ketiga, data yang menunjukan bahwa Ventilasi dengan Volume Tidal rendah memperbaiki angka kematian pada pasien dewasa dapat juga diterapkan pada pasien anak. Keempat, jika ventilasi Vt rendah diterapkan secara akurat pada bayi dan anak kecil maka pengukuran Vt secara akurat harus didapatkan.
Perawat dengan keberadaannya selama 24 jam di samping pasien menjadikannya tahu perkembangan Interaksi pasien – ventilator dari waktu ke waktu. Di panel monitor ventilator akan tampak berbagai data keluaran dari pengaturan ventilator. Di antaranya menyangkut  
         Airway / circuit / tracheal pressures
         Circuit gas flow
         Delivered Volume
         Circuit gas concentration
          In summary, it is important to optimize the patientventilator
          interaction by optimizing the ventilator settings
          before resorting to sedation. Sedative use in the first 24
          hours of weaning from mechanical ventilation influences
          the duration of mechanical ventilation and extubation failure
           in infants and children.

KONDISI VENTILATOR
Dengan memeriksa tekanan dimaksudkan memeriksa Sumber oksigen dan compress air  apakah telah telah tersambung baik Melakukan test kebocoran dan fungsi dilakukan  sebelum ventilator dihubungkan dengan pasien. Lung Test ada baiknya dipakai untuk mengkonfirmasi setting ventilator.  Humidifier dipastikan berfungsi baik dengan merasakan suhu yang terjadi, atau mungkin menggunakan Filter HME (heat mouisturing exchanger) . Batas batas alarm dipastikan pada batas yang tepat.  


Alat alat kelengkapan suction perlu dicek apakah telah disediakan dan berfungsi baik bila sewaktu waktu diperlukan. Bukan saja mesin suction atau outlet tekanan negatifnya, namun berapa tekanan yang bisa dihasilkan dan ukuran kateter yang dibutuhkan juga telah dalam jangkauan.
Yang tidak boleh terlewatkan keberadaannya adalah Jackson rees beserta face mask yang pada kondisi emergensi amat dibutuhkan.


DOPES.
Suatu kala, pasien bayi dengan ventilator yang semula saturasi perifernya baik, secara tiba tiba saturasi perifernya menurun dan nafasnya menjadi makin sesak.  Menduga bahwa hal itu dikarenakan probe saturasinya terlepas hendaknya dilakukan belakangan. Yang perlu dipikirkan kemungkinan telah terjadi DOPES.  Dalam hal ini pikirkan kemungkinan terjadi Dislokasi ETT, atau Obstruksi ETT, atau terjadi Pneumothorax tension atau Equipment (ventilator) Problem atau juga karena Stomach distented. Maka ventilasi bayi ambil alih dengan menggunakan jackson rees sambil mengevaluasi ETT dan ventilasi. Bila semua dalam batas baik boleh jadi karena hemodinamika dan mikrosirkulasi yang menurun.


Kepustakaan.
1. Direktorat Jenderal Pelayanan Medik Departemen Kesehatan RI : Standar Pelayanan ICU. 2003. Hal 5.
2. Melissa Wheeler et al ; Pediatric Airway in Cote Todres Goudsouzian Ryan, A Practice of Anaesthesia for infants and Children. WB Saunders, Philadelphia, 2001 p.93.
3. Kent Whitaker, Comprehensive Perinatal & Pediatric Respiratory Care 3rd Ed.Delmar thomson learning, United States 2001. P 165.
4. Debra J.Lynn-McHale et al ; AACN Procedure Manual for Critical Care 4th ED. WB Saunders.  Philadelphia, 2001. P. 77.
5.  Ira M Cheifitz ; Invasive and non invasive Pediatric Mechanical Ventilation. Respiratory Care , april 2003.




Selasa, 07 Mei 2013

Kandungan ENTERAL FEEDING atau Sonde

Kandungan Zat Gizi Enteral Feeding

Senin, 05 Desember 2011

INDIKASI PERAWATAN ICU

1. Memerlukan inotropik untuk mempertahankan tekanan darah dan perfusi jaringan
2. Diastolik > 120 mmHg  dengan : Edema Paru, Hipertensi Ensepalopati
3. Gagal Nafas Type 1 dan 2
4. Koma dengan berbagai sebab atau GCS < 12
5. Infark Myocard Acute or Chronis
6. Aritmia yang mengancam Jiwa
    * Supraventrikuler
          - Bradicardi
          - Atrial Fibrilasi Quick Respon
          - Atrial Flutter
          - Paroxysmal Atrial Tachycardi
    * Ventrikuler
          - PVC ( multiple-multifokal, bigemini, R on T, Salvo )
          - VT
          - VF
          - Torsade de Points
7. Multiple Trauma
8. Pasca Bedah Operasi Besar ( Trepanasi, Open Heart, Basedow, Thorakotomi, dsb )

Sabtu, 26 November 2011

Tanda tanda Tekanan Intra Kranial Meningkat Dan Managementnya


Peningkatan tekanan intrakranial (intracranial pressure,ICP) didefinisikan sebagai peningkatan tekanan dalam rongga kranialis. Kranium dan kanalis vertebralis yang utuh, bersama-sama dengan durameter membentuk suatu wadah atau yang biasa disebut ruang intrakranial yang ditempati oleh jaringan otak, darah, dan cairan serebrospinal. Setiap bagian menempati suatu volume tertentu yang menghasilkan suatu tekanan intrakranial sebesar 50 sampai 200 mm H2O atau 4 sampai 15 mmHg. Dalam keadaan normal, ICP dipengaruhi oleh aktivitas sehari-hari dan dapat meningkat sementara waktu sampai tingkat yang jauh lebih tinggi dari normal. Beberapa aktivitas tersebut adalah pernapasan abdominal dalam, batuk, dan mengedan. Kenaikan sementara ICP tidak menimbulkan kesukaran, tetapi kenaikan tekanan yang menetap mengakibatkan rusaknya kehidupan jaringan otak.
Jika diukur tekanan intrakranial yang normal adalah 5-15 mm Hg. Penulis lain mencatat tekanan intrakranial adalah 5-20 mm.
Bila terjadi kenaikan yang relatif kecil dari volume otak, keadaan ini tidak akan cepat menyebabkan tekanan tinggi intrakranial. Sebab volume yang meninggi ini dapat dikompensasi dengan memindahkan cairan serebrospinalis dari ronga tengkorak ke kanalis spinalis dan disamping itu volume darah intrakranial akan menurun oleh karena berkurangnya peregangan durameter. Hubungan antara tekanan dan volume ini dikenal dengan complience. Jika otak, darah dan cairan serebrospinalis volumenya terus menerus meninggi, maka mekanisme penyesuaian ini akan gagal dan terjadilah tekanan tinggi intrakranial.


Tanda - tanda TIK meningkat
1. Hipertensi


Tekanan darah sistemik akan terus meningkat sebanding dengan peningkatan ICP

2. Bradicardi

Peningkatan ICP hingga 33 mmHg (450 mm H2O) menurunkan secara bermakna aliran darah ke otak (cerebral blood flow, CBF). Iskemia yang terjadi merangsang pusat vasomotor, dan tekanan darah sistemik meningkat. Rangsangan pada pusat inhibisi jantung mengakibatkan bradikardia

3. Papil Edema

Papil edem juga merupakan salah satu gejala dari tekanan tinggi intrakranial. Udem papilla nervus optikus merupakan tanda yang paling menyakinkan. Karena tekanan tinggi intrakranial akan menyebabkan oklusi vena sentralis retina, sehingga terjadilah edem papil. Barley dan kawan-kawan, mengemukakan bahwa papil edem ditemukan pada 80% anak dengan tumor otak.

4. Muntah Proyektil

Muntah dijumpai pada 1/3 penderita dengan gejala tumor otak dan biasanya disertai dengan nyeri kepala. Muntah tersering adalah akibat tumor di fossa posterior. Muntah tersebut dapat bersifat proyektil atau tidak dan sering tidak disertai dengan perasaan mual serta dapat hilang untuk sementara waktu.

5. Nyeri Kepala 

Nyeri kepala akibat peregangan dura dan pembuluh darah; papiledema akibat tekanan dan pembengkakan diskus optikus. Nyeri kepala pada tumor otak terutama ditemukan pada orang dewasa dan kurang sering pada anak-anak. Nyeri kepala terutama terjadi pada waktu bangun tidur, karena selama tidur PCO2 arteri serebral meningkat sehingga mengakibatkan peningkatan dari serebral blood flow dan dengan demikian mempertinggi lagi tekanan intrakranium. Juga lonjakan tekanan intrakranium sejenak karena batuk, mengejan atau berbangkis akan memperberat nyeri kepala. Pada anak kurang dari 10-12 tahun, nyeri kepala dapat hilang sementara dan biasanya nyeri kepala terasa didaerah bifrontal serta jarang didaerah yang sesuai dengan lokasi tumor. Pada tumor didaerah fossa posterior, nyeri kepala terasa dibagian belakang dan leher.

Manajemen tekanan intrakranial : pada beberapa jurnal sudah disusun guidline penanganan peningkatan TIK beserta beberapa pilihan yang didapatkan dari penelitian :
· Pemasangan TIK monitor
· Menjaga CPP 60-70 mmHg
· Drainase Cairan Serebrospinal (CSF)
· Manitol 0,25-1,0 gr/KgBB
· Hiperventilasi PaCO3 30-35 mmHg (pada kasus impending herniasi)
· Terapi tersier : barbiturate dosis tinggi, hyperventilation PaCO3 <30mmHg,Hypothermia, Decompressive Craniectomy.

SOLUSI BBM HEMAT DAN RAMAH LINGKUNGAN - KLIK GAMBAR UNTUK PEMBELIAN